Jumat, 08 Januari 2010

LASIK (Laser Assisted In-situ Keratomileusis)

LASIK (Laser Assisted In-situ Keratomileusis)


LASIK adalah suatu prosedur/tindakan dengan tujuan memperbaiki kelainan refraksi pada mata sehingga setelah dilakukan tindakan ini, penderita kelainan refraksi diharapkan dapat terbebas dari kacamata/lensa kontak.

Sejak pertama kali dikembangkan pada tahun 1990, teknologi lasik terus berkembang pesat. Teknologi terkini pada tindakan LASIK adalah yang disebut Wavefront Guided LASIK/Refraktive Surgery, yaitu gabungan antara ketepatan pengukuran dan kelainan refraksi mata. Yang memperhitungkan berbagai faktor, selanjutnya digunakan untuk menetapkan parameter-parameter pada prosedur/tindakan LASIK. Semua pekerjaan ini dikerjakan oleh System yang khusus, sehingga kesalahan-kesalahan pengukuran pada metode konvensional dapat dihindarkan.


Indikasi

Siapakah yang dapat menjalani tindakan LASIK?
# Apabila sudah berumur 18 tahun.
# Tidak sedang hamil atau menyusui.
# Tidak mempunyai riwayat auto imun.
# Mempunyai ukuran kacamata yang stabil.
# Gangguan penglihatan anda dapt dikoreksi dengan kacamata atau lensa kontak.
# Kelainan refraksi anda berkisar +_ 4.00 s/d 14 Dioptri.
# Apabila anda menggunakan lensa kontak, minimal anda telah melepas lensa kontak 14 hari berturut-turut untuk soft contact lensa dan selama 30 hari untuk hard contact lens.

Gangguan pelihatan apa saja yang dapat diperbaiki LASIK?
# Myopia yaitu gangguan penglihatan jauh, biasanya dikoreksi dengan kacamata minus.
# Hyperopia yaitu gangguan penglihatan dekat, biasanya dikoreksi dengan kacamata plus.
# Astigmatism yaitu gangguan penglihatan yang disebabkan oleh bayangan tidak jauh dari satu titik di sumbu penglihatan, biasanya dikoreksi dengan kaca mata silinder.

Kontra Indikasi
Penyakit/keadaan apa saja dimana tindakan LASIK tidak dianjurkan?

1. Mata yang mengalami infeksi.
2. Keratokonus (lengkung kornea terlalu tinggi).
3. Kornea terlalu tipis.
4. Kehamilan.
5. Mata yang kering (dry eyes).
6. Riwayat penyakit Glaukoma.
7. Penderita diabetes melitus yang telah mengalami komplikasi retina.

Quote:



Efek samping pasca prosedur

Efek samping apa saja yang dapat terjadi pada prosedur atau tindakan LASIK?

Pada sebagian besar pasien yang menjalani tindakan ini menunjukkan hasil yang sangat memuaskan, namun sebagaimana halnya kemungkinan resiko akibat tindakan LASIK dapat dialami oleh sebagian kecil pasien, antara lain:

1. Over Correction (kelebihan koreksi).
2. Under Correction ( kekurangan koreksi).
3. Regresi, yaitu kelainan refraksi kembali timbul. Umumnya terjadi pada myopia tinggi (lebih dari 10.00 Dioptri).Hal ini dapat dikoreksi dengan tindakan LASIK ulangan setelah terjadi penyembuhan sempurna.


Prosedur untuk menjadi pasien LASIK

Sebelum memutuskan untuk menjalani prosedur/tindakan LASIK anda harus menjalani tahap-tahap dibawah ini :

1. konsultasi awal agar mengerti betul prosedur/tindakan LASIK : manfaat tindakan ini dan kemungkinan komplikasi yang dapat timbul.
2. Konsultasi/pemeriksaan oleh dokter spesialis mata. Mata anda akan diperiksa secara teliti dengan menggunakan peralatan muthakir secara komputerisasi, sehingga dapat diputuskan apakah kemungkinan bagi anda untuk menjalani tindakan LASIK. Rangkaian pemeriksaan tersebut adalah dalam rangka mengumpulan data yang dibutuhkan untuk prosedur/tindakan LASIK.
3. Prosedur/tindakan LASIK memerlukan pembiusan lokal karena itu anda tidak perlu menjalani rawat inap.


1.LASIK Standard Rp. 6.750.000,- (*)

2.LASIK dengan Intralase Rp. 9.000.000,- (*)

3.Presby - LASIK Rp. 9.500.000,- (*)

4.Z-LASIK Rp. 10.500.000,- (*)

5.Z-Presby Rp. 10.500.000,- (*)

(*) Harga tersebut diatas belum termasuk biaya pemeriksaan awal 

dan bisa berubah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar